PDIP dan PAN Sepakati Kerjasama di 13 Daerah Pilkada Jatim 2024

Logo KPU
Logo Komisi Pemilihan Umum (KPU). (Sumber : mediacenter.batam.go.id)

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan dilaksanakan pada 27 November 2024 mendatang.

Sejumlah partai politik (parpol) telah bermanuver dan menyiapkan kekuatan untuk menghadapi Pilkada 2024.

PDIP dan Partai Amanat Nasional (PAN) resmi menyepakati kerjasama Pilkada di 13 daerah Jawa Timur.

Dilansir dari Detik.com, kesepakatan tersebut dipastikan setelah pengurus DPD PDIP Jatim bersilaturahmi ke kantor DPW PAN Jatim pada Selasa (4/6/2024) malam.

Kedatangan pengurus PDIP Jatim tersebut dipimpin Wakil Ketua DPD Budi ‘Kanang’ Sulistyono dan disambut Ketua DPW PAN Jatim Ahmad Rizki Sadig.

“Intinya membahas terkait kerja sama di Jawa Timur, khususnya terkait Pilkada kabupaten/kota,” kata Rizki usai pertemuan, dikutip dari Detik.com.

Dalam kesepakatan kerjasama di 13 kabupaten/kota tersebut, Rizki menyebut ada beberapa kader PDIP dan PAN yang akan diusung sebagai calon kepala daerah.

Meski demikian, ia mengatakan tidak tertutup kemungkinan akan ada dukungan terhadap kader partai lain selain PDIP dan PAN.

“Bahkan ada yang bukan kader PDIP bukan kader PAN kita dukung bersama untuk kemaslahatan umat,” jelas Rizki.

“Prinsipnya kami berterima kasih bahwa ini salah satu bentuk mengelola di tingkat kabupaten/kota itu tidak bisa sendiri. Semangat bareng-bareng mencari pemimpin terbaik bukan menang-menangan, tapi juga berdasar kursi DPRD. Misal ada calon bagus dari PAN atau PDIP kita rembukan, kalau nggak kita cari netral yang bisa membangun sama-sama,” tambahnya, dikutip dari Detik.com.

Rizki juga kemudian mengapresiasi PDIP yang bersedia mengunjungi PAN untuk berdialog dan diskusi bersama.

“Tentu ini sebuah kehormatan semua, terima kasih teman-teman PDIP yang sudah hadir. Semoga kita bisa menghasilkan pemimpin-pemimpin terbaik di seluruh Jatim,” tambahnya, dikutip dari Detik.com.

Pihak PDIP Buka Suara

Wakil Ketua DPD PDIP Jatim, Budi ‘Kanang’ Sulistyono menyebut pertemuan ini membahas titik temu kedua partai untuk mengurangi rivalitas.

Pada ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) RI 2024 lalu, PDIP dan PAN berada di kubu yang berseberangan.

PDIP merupakan partai pengusung utama pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Sedangkan, PAN tergabung dalam koalisi pendukung pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

“Jadi pertemuan ini tentang target PAN dan PDIP ini dipersatukan supaya tidak saling terjadi rivalitas. Kita capek rivalitas. Mana PAN punya target ya PDIP mendukung. Ketika PDIP punya target, PAN mendukung,” jelasnya, dikutip dari Detik.com.

“Jadi sharing di daerah penting, ke depan Pilkada apa PAN mau mencalonkan bupati, wakil bupati, wali kota, atau wakil wali kota, ketika PDIP nggak ada calon ya ayo kita dukung bareng, intinya di situ,” tambahnya.

Kanang juga menyebut nama-nama wilayah dari 13 daerah di Jatim yang menjadi kesepakatan kerjasama PDIP dan PAN, antara lain Surabaya, Ngawi, Kediri, hingga Bangkalan.

“Kurang lebih ada 13 daerah yang sepakat koalisi atau kerja sama, yang lain masih dibicarakan sambil jalan. Bisa PAN nomor satu, bisa PDIP nomor dua, bisa juga PDIP nomor satu, PAN nomor dua, tergantung potensi,” katanya.

“Contohnya Ngawi, Surabaya masih memungkinkan. Kota Kediri masih didalami. Lalu di Madura ada Bangkalan. Kita sambil cari orang juga yang tidak dilabel tapi kita dukung bareng,” lanjutnya, dikutip dari Detik.com.

Christopher
Pemerhati & Penganalisa Politik



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *