Pemilu  

Ahok Mundur dari Jabatan Komisaris Utama Pertamina Demi Menangkan Ganjar-Mahfud

Basuki Tjahaja Purnama
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok Resmi Mundur dari Jabatan Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero) pada Jumat (2/2/2024). (Sumber : Instagram/@basukibtp)

Dua pekan menjelang Pilpres 2024, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok resmi mundur dari jabatan Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero) pada Jumat (2/2/2024).

Ahok mengumumkan keputusan tersebut tersebut melalui surat pengunduran diri yang diunggah di akun instagram resmi miliknya.

Surat pengunduran diri tersebut juga sekaligus menjawab arah politiknya dalam Pilpres 2024 yang sempat menjadi pertanyaan publik.

“Unggahan ini merupakan bukti tanda terima Surat Pengunduran Diri saya sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) yang saya serahkan hari ini, 2 Februari 2024,” kata Ahok dalam keterangan di unggahan tersebut, dikutip CNNIndonesia.com.

“Hal ini agar tidak ada lagi kebingungan terkait arah politik saya,” kata Ahok.

Ahok memutuskan mundur dari jabatannya untuk lebih bisa leluasa mendukung dan memenangkan paslon nomor urut 3, Ganjar-Mahfud.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga menghadiri kampanye akbar Ganjar-Mahfud di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (3/2/2024).

Ahok memang telah menyatakan dukungannya kepada pasangan Ganjar-Mahfud sejak Oktober 2023 lalu.

Dalam wawancara pada 20 Oktober 2023, Ahok menilai bahwa pasangan Ganjar-Mahfud akan benar-benar bisa mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Selain itu, Ahok menilai pasangan Ganjar-Mahfud adalah sosok yang tepat untuk memberantas masalah korupsi di Indonesia.

“Ganjar-Mahfud ini pasangan yang cocok. Kalau ditanya apa akar masalah bangsa Indonesia, ya korupsi. Selain sistem yang bagus, butuh kepala yang berani lurus. Ganjar dan Mahfud adalah pilihan tepat untuk menyelesaikan itu,” ucap Ahok, Jumat (20/10/2023), dikutip dari Detik.com.

Kendati memiliki hubungan cukup dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kala bertugas di DKI Jakarta, Ahok nyatanya pernah mengkritik terpilihnya Gibran Rakabuming Raka untuk menjadi cawapres nomor urut 2 pendamping Prabowo Subianto.

Meski Gibran saat ini telah menjabat sebagai Wali Kota Solo sejak 2021, Ahok menilai putra kandung Jokowi tersebut masih minim pengalaman untuk maju pada ajang Pilpres 2024.

“Kalau belum punya pengalaman dan anda maju presiden atau wakil presiden, nanti anda nggak ngerti. Ini bukan soal belajar atau coba-coba lho. Ini negara dipertaruhkan untuk menjadi negara maju di tahun 2045, mana boleh kita kasih ke orang yang coba-coba,” ucap Ahok dalam sebuah pernyataan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, 21 Oktober 2023.

Christopher
Pemerhati & Penganalisa Politik

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *