Dibalik Wacana Duet Ganjar-Anies di Pilpres 2024

Dibalik Wacana Duet Ganjar-Anies di Pilpres 2024
Pertemuan Anies Baswedan dengan Ganjar Pranowo. (Sumber : Instagram/@ganjar_pranowo)

Kejutan demi kejutan tak terduga terus terjadi menjelang Pipres 2024 yang akan dilaksanakan setahun mendatang di Indonesia.

Partai PDIP yang kini sedang dalam kondisi terombang-ambing dengan adanya konflik internal dan terpecahnya suara di antara kader-kadernya kembali menciptakan rencana manuver baru.

Partai PDIP sebelumnya baru saja memecat salah satu kader terbaiknya yaitu Budiman Sudjatmiko pada hari Kamis (24/8/2023) lewat surat pemecatan yang ditandatangani Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.

Keputusan pemecatan tersebut terjadi setelah Budiman mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo Subianto sebagai Capres 2024.

Budiman bahkan menyatakan dukungannya tersebut dengan mengunjungi rumah Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan (18/7/2023).

Selain pemecatan Budiman, PDIP juga menciptakan kejutan dengan wacana menduetkan Ganjar Pranowo dengan Anies Baswedan.

Wacana tersebut awalnya dikemukakan oleh ketua DPP PDIP, Said Abdullah yang menganggap Ganjar dan Anies adalah tokoh muda nan cerdas yang apabila bergabung akan menjadi sesuatu kekuatan untuk masa depan kepemimpinan Nasional.

Wacana ini tentu menjadi suatu pertanyaan mengingat PDIP menjadi kubu yang selalu “berlawanan” dengan Anies selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Terlebih, Anies terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta setelah mengalahkan sang petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang berasal dari partai PDIP pada Pilgub 2017.

Meski demikian, tampaknya PDIP kini telah “luluh” dengan Anies agar bisa membantu untuk meningkatkan elektibilitas Ganjar.

Wacana duet Ganjar dan Anies tentu menimbulkan berbagai reaksi beragam dari deretan partai politik lainnya.

Dilansir dari CNN, Waketum Gerindra yaitu Habiburokhman menganggap wacana itu wajar sebagai taktik dan strategi pemenangan.

Meski demikian, Habiburokhman menekankan bahwa kubunya tidak akan melakukan hal tersebut mengingat terdapat perbedaan gagasan.

Kubu Ganjar mempresentasikan gagasan keberlanjutan pembangunan, dimana kubu Anies yang terdiri dari Nasdem, PKS, dan Demokrat mengusung narasi perubahan.

Ketum Nasdem, Surya Paloh yang kini mendukung Anies juga menghargai wacana duet tersebut.

Akan tetapi, Surya menegaskan bahwa kubunya tetap mengusung Anies sebagai Capres dan tidak berpikir untuk melakukan perubahan.

Untuk Konsolidasi Nasional ?

Meski terdapat perbedaan gagasan cukup signifikan, duet Ganjar dan Anies nyatanya diharapkan mampu menyatukan masyarakat yang terpecah belah.

Dilansir dari Antara News, pengamat politik Iqbal Themi menyatakan wacana duet Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan pada Pemilu 2024 menjadi solusi konsolidasi nasional untuk mengakhiri keterbelahan politik di akar rumput.

“Dari perspektif persatuan nasional, bisa mengakhiri keterbelahan politik yang saling berdiametral antara kelompok nasionalis dan Islam sejak Pilkada 2017, Pilpres 2019, hingga saat ini riak-riaknya masih terasa di akar rumput,” kata Iqbal Themi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Christopher
Pemerhati & Pengamat Politik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *