Catatan 100 Hari Kepemimpinan Pramono-Rano di DKI Jakarta

Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih DKI Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno (Sumber: JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)

Kepemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno sebagai pasangan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta kini sudah memasuki 100 hari.

Kinerja 100 hari Pramono-Rano sebagai pemimpin baru DKI Jakarta mendapatkan nilai positif dari Wakil Ketua DPRD Jakarta, Ima Mahdiah.

Dilansir dari Detik.com, Ima mengapresiasi 40 program percepatan yang sudah terealisasi dalam 100 hari pertama kepemimpinan Pramono-Rano.

“Saya mengapresiasi langkah konkret yang telah diambil oleh Pak Pramono dan Pak Rano dalam 100 hari pertama kepemimpinan mereka. Meskipun waktu yang singkat, mereka telah berhasil merealisasikan sebagian besar dari 40 program percepatan yang dijanjikan,” kata Ima kepada wartawan, Rabu (4/5/2025), dilansir dari Detik.com.

Pertama, Ima memuji percepatan yang dilakukan Pramono-Rano dalam program pemutihan ijazah dan komitmen pembangunan transportasi massal terintegrasi antar Transjabodetabek.

“Program pemutihan ijazah yang ditahan di sekolah juga patut diapresiasi. Sudah ada 1.315 ijazah yang berhasil diputihkan, dan ada komitmen untuk menyelesaikan sekitar 6.000 ijazah lainnya dalam tahun 2025 ini,” ujarnya.

“Komitmen untuk melanjutkan dan mempercepat pembangunan transportasi massal terintegrasi sangat penting untuk mengatasi kemacetan yang sudah kronis di Jakarta. Pembukaan rute Transjabodetabek seperti Alam Sutera-Blok M dan Vida Bekasi-Cawang, serta rencana pembukaan tiga rute lainnya menunjukkan keseriusan dalam mengatasi masalah transportasi,” lanjutnya, dikutip dari Detik.com.

Ima kemudian memuji program baru konsep ruang publik di DKI Jakarta seperti taman-taman yang kini sudah buka 24 jam.

“Pembukaan taman-taman ini tidak hanya mempercantik kota, tetapi juga memberikan ruang publik yang sangat dibutuhkan warga untuk berinteraksi dan beraktivitas. Ini adalah langkah nyata menuju Jakarta sebagai kota global,” katanya.

Ima menjabarkan program lainnya, mulai dari pelatihan Mobile Training Unit (MTU) yang telah melatih 960 warga Jakarta, dengan 32 orang di antaranya langsung bekerja dan 110 lainnya merintis usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *