JAKARTA — Di tengah rapat kerja Komisi DPR RI dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Cornelis menyampaikan sejumlah persoalan penting hanya dalam waktu satu menit yang diberikan kepadanya. Salah satu isu yang ia soroti secara tegas adalah pemadaman listrik saat banjir melanda Jakarta. Kamis, (22/01/2026)
Meski waktu berbicara sangat terbatas, Cornelis memanfaatkan satu menit tersebut untuk menyampaikan keresahan publik yang ia nilai berulang kali terjadi saat bencana datang. Dalam penyampaiannya kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, ia menyinggung langsung dampak banjir terhadap layanan listrik di ibu kota.
“Jakarta banjir. Saya kena mati listrik, Pak. Tolong betul-betul diperhatikan PLN-nya,” ujar Cornelis singkat namun lugas dalam rapat tersebut.
Cornelis menegaskan bahwa persoalan listrik tidak bisa dipisahkan dari penanganan bencana. Menurutnya, pemadaman listrik di kawasan terdampak banjir bukan hanya soal teknis pengamanan jaringan, tetapi menyangkut hak dasar masyarakat atas rasa aman, penerangan, dan kelangsungan aktivitas sehari-hari.
BACA JUGA: Putusan MK dan Sikap “Keras Kepalanya“ BALEG DPR RI
Banjir yang kembali merendam sejumlah wilayah Jakarta terjadi akibat curah hujan tinggi dan meluapnya aliran sungai di beberapa titik. Genangan air dengan ketinggian bervariasi dilaporkan mengganggu permukiman warga, akses transportasi, serta kegiatan ekonomi. Dalam kondisi tersebut, pemadaman listrik justru menambah beban warga yang sudah terdampak banjir.
Keluhan serupa juga banyak disampaikan masyarakat melalui media sosial, khususnya terkait listrik padam dalam durasi cukup lama ketika air belum surut. Kondisi ini menyulitkan rumah tangga, pelaku usaha kecil, hingga pekerja yang bergantung pada listrik dan konektivitas digital.
Dalam waktu satu menit yang sama, Cornelis juga menyinggung pentingnya perhatian pemerintah terhadap layanan energi di daerah lain yang mengalami bencana. Ia mengingatkan agar ketersediaan listrik, BBM, dan LPG tetap terjaga, terutama bagi masyarakat kecil dan wilayah terdampak.
Pernyataan Cornelis tersebut menjadi pengingat bahwa efektivitas kebijakan energi diuji justru saat krisis. Ia berharap pemerintah tidak hanya fokus pada target makro sektor energi, tetapi juga memastikan pelayanan dasar tetap berjalan di tengah situasi darurat seperti banjir Jakarta.
(*Red/LS Berkontribusi dalam tulisan ini)








